12 Strong (judul lengkap: 12 Strong: The Declassified True Story of the Horse Soldiers) adalah film perang Amerika Serikat tahun 2018 yang disutradarai oleh Nicolai Fuglsig. Film ini dibintangi oleh Chris Hemsworth, Michael Shannon, Michael Peรฑa, dan Navid Negahban. Ceritanya didasarkan pada kisah nyata yang ditulis dalam buku Horse Soldiers karya Doug Stanton, mengisahkan misi rahasia pasukan khusus AS di Afghanistan segera setelah serangan 11 September 2001.
Film dibuka dengan latar 11 September 2001. Kapten Mitch Nelson (Chris Hemsworth) adalah seorang perwira Green Beret (Pasukan Khusus Angkatan Darat AS) yang baru saja dipindahkan ke posisi administratif. Saat menyaksikan serangan terhadap World Trade Center dari televisi di rumahnya, ia langsung bertekad kembali ke tugas tempur. Meskipun atasannya ragu karena Nelson belum pernah memimpin pasukan di medan perang sesungguhnya, ia berhasil meyakinkan komandannya, Letnan Kolonel Bowers (Rob Riggle), dan mentornya, Perwira Tertinggi Hal Spencer (Michael Shannon), untuk memberinya kesempatan memimpin misi ini.
Nelson ditugaskan memimpin ODA 595 (Operational Detachment Alpha 595), sebuah tim kecil beranggotakan 12 orang dari Pasukan Khusus AS. Mereka menjadi salah satu unit militer Amerika pertama yang dikirim ke Afghanistan setelah 9/11, dengan misi yang sangat ambisius: membantu pasukan Aliansi Utara Afghanistan mengalahkan Taliban dan merebut kota strategis Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara.
Tim ini diterjunkan secara rahasia ke pegunungan Afghanistan yang terpencil dan keras pada Oktober 2001, hanya beberapa minggu setelah serangan 9/11. Di sana, mereka bertemu dengan Jenderal Abdul Rashid Dostum (Navid Negahban), seorang panglima perang Afghanistan yang memimpin faksi Uzbek dalam Aliansi Utara. Dostum adalah sosok karismatik sekaligus kompleks, seorang pemimpin yang keras namun juga berpengalaman dalam politik dan medan perang Afghanistan.
Hubungan antara Nelson dan Dostum awalnya penuh ketegangan. Dostum meragukan kemampuan Nelson karena ia terlihat terlalu muda dan belum berpengalaman dalam pertempuran nyata. Dostum menguji Nelson berkali-kali, mempertanyakan apakah ia benar-benar siap menghadapi realitas perang di tanah Afghanistan. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya membangun rasa saling percaya dan hormat.
Tantangan terbesar yang dihadapi tim ini adalah medan tempur yang sepenuhnya tidak konvensional. Karena wilayah pegunungan Afghanistan tidak bisa dilalui kendaraan militer modern, para tentara AS harus bertempur sambil menunggang kuda, sesuatu yang tidak pernah mereka latih sebelumnya. Mereka harus beradaptasi dengan cepat, belajar menunggang kuda di medan yang curam dan berbahaya sambil mengoordinasikan serangan udara AS terhadap posisi Taliban.
Peran utama ODA 595 adalah sebagai pengarah serangan udara (combat controllers). Mereka menggunakan peralatan laser dan GPS untuk menandai posisi musuh, lalu mengarahkan pesawat pembom AS untuk menghancurkan pertahanan Taliban. Kombinasi antara taktik kuno (kavaleri berkuda) dan teknologi modern (bom presisi) menjadi ciri khas unik dari misi ini.
Sepanjang perjalanan menuju Mazar-i-Sharif, tim menghadapi berbagai pertempuran sengit melawan pasukan Taliban yang jumlahnya jauh lebih besar. Mereka juga harus menghadapi politik internal Aliansi Utara, karena Dostum memiliki rivalitas dengan panglima perang lain bernama Atta Muhammad Noor, yang juga ingin merebut Mazar-i-Sharif untuk kepentingannya sendiri. Nelson harus berperan sebagai mediator di antara kedua faksi ini sambil tetap menjalankan misi militernya.
Klimaks film terjadi dalam Pertempuran Mazar-i-Sharif, di mana Nelson dan timnya, bersama pasukan Dostum, melancarkan serangan besar-besaran ke kota tersebut. Dalam adegan paling dramatis, para tentara AS ikut bertempur dalam serangan kavaleri berkuda melawan posisi Taliban yang dilengkapi tank dan artileri. Serangan ini didukung oleh pemboman udara AS yang menghancurkan pertahanan musuh.
Mazar-i-Sharif berhasil direbut, menandai kemenangan militer besar pertama AS dalam perang Afghanistan. Yang luar biasa, misi ini berhasil dicapai hanya dalam waktu sekitar tiga minggu sejak tim mendarat, jauh lebih cepat dari perkiraan para perencana militer yang memproyeksikan misi ini akan memakan waktu berbulan-bulan.
Film ditutup dengan catatan bahwa keberhasilan ODA 595 menjadi salah satu operasi militer paling luar biasa dalam sejarah modern AS. Dua belas orang tentara, dengan bantuan pasukan lokal dan dukungan udara, berhasil mengalahkan kekuatan Taliban yang berjumlah ribuan. Sebuah monumen berbentuk patung Horse Soldier didirikan di dekat Ground Zero di New York City untuk menghormati keberanian mereka. Film juga mencatat bahwa misi ini dirahasiakan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dideklasifikasi.
Secara keseluruhan, 12 Strong menggambarkan keberanian, improvisasi, dan tekad sekelompok kecil tentara yang menghadapi misi yang tampaknya mustahil di medan yang sama sekali asing, dengan metode bertempur yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.








